NEWS
PRODUCT
ABOUT US
CONTACT
FAQ
BACK
News & Updates
Proses korosi kabel tray pada lingkungan
13-Feb-17 by admin

Kabel tray yang paling umum atau sering dijumpai terbuat dari material besi / steel plate yang dilapis dengan system coating, yang bertujuan untuk menghambat terjadinya proses korosi pada material dasar besi.

Hal ini disebabkan, kabel tray dengan material besi yang dilapis dengan system coating memiliki keunggulan harga yang lebih ekonomis, dibandingkan dengan kabel tray yang dibuat dengan material aluminium alloy plate ataupun stainless steel plate. Keunggulan lainnya adalah kemampuan besi yang sangat baik untuk menopang beban dari kabel yang berada di dalam kabel tray (bila dibandingkan dengan alluminium alloy plate).

 

System coating yang paling baik untuk kabel tray besi, dengan mempertimbangkan 3 faktor: lifetime / umur barang, cost / biaya, coating adhesion / kerekatan system coating terhadap material dasar, adalah Hot Dip Galvanis.

 

Pertanyaan yang sering diajukan kepada kami sebagai manufaktur kabel tray adalah: berapa lama lifetime / umur barang dari kabel tray besi yang di Hot Dip Galvanis ini?

Jawaban mudah dan memiliki kecenderungan terlalu disederhanakan adalah angka tahun tertentu yang diberikan oleh pihak sales, setelah mempertimbangkan lokasi dimana kabel tray besi yang di Hot Dip Galvanis tersebut akan dipasang.

2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dan seterusnya.

 

Untuk lebih memahami, bagaimana angka-angka tahun tersebut bisa dihasilkan, kita perlu untuk memahami bagaimanaproses korosi / proses berkurangnya kemampuan material (deterioration) menerima beban, dikarenakan material logam bereaksi dengan lingkungan.

Ada 2 faktor utama dari lingkungan yang mengakselerasi / mempercepat proses korosi: kelembaban / tingkat kandungan air di udara / ke”basahan” / relative humidity dan faktor yang kedua kontaminan pada udara / airborne contaminant.

Semakin tinggi tingkat kelembaban / relative humidity, semakin cepat proses korosi terjadi.

Semakin tinggi tingkat kontaminan pada udara / airborne contaminant, semakin cepat proses korosi terjadi.

 

Relative humidity

Karena Negara kita, Negara Indonesia adalah Negara 2 musim, yaitu musim kemarau dan penghujan, tingkat korosi akan lebih tinggi pada musim hujan (karena relative lebih lembab) dibandingkan dengan musim kemarau (relative lebih kering).

Karena Negara kita, Negara Indonesia adalah Negara kepulauan, jarak antara tempat dipasangnya kabel tray dengan pantai, kecepatan dan arah angin, tinggi rendahnya ombak, bentuk kontur tanah, menentukan tingkat kandungan garam yang menempel kepada kabel tray yang menentukan kecepatan proses korosi yang akan terjadi.

 

Airborne contaminant

Airborne contaminant yang paling umum adalah kandungan garam laut pada udara.

Sebagai contoh, lokasi A yang berada pada jarak 10 km dari pantai utara Jawa, dengan tingkat kecepatan angin, tinggi ombak yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan lokasi B yang berada pada jarak 5 km dari pantai selatan Jawa, dengan tingkat kecepatan angin, tinggi ombak yang relative lebih besar.

Lokasi B akan menyebabkan proses korosi pada kabel tray besi yang di Hot Dip Galvanis yang lebih cepat apabila dibandingkan dengan lokasi A.

Selain kandungan garam laut pada udara (klorida), terdapat airborne contaminant lainnya yang mempercepat proses korosi.

Contohnya meliputi: Sulfur dioksida (SO2), sulfat, nitrat, pollutant lainnya pada udara.

Zat-zat ini biasanya terdapat pada lokasi industri-industri.

 

Mengacu kepada ISO 9223 terdapat 6 kategori korosivitas lingkungan:

  1. C1 – very low. Contoh lingkungan outdoor: beberapa area pegunungan. Indoor: kantor, toko. Tingkat korosi lapisan zinc per tahun: dibawah 0,1 micron per tahun.
  2. C2 – low. Contoh lingkungan outdoor: pedesaan kering, perkotaan kering. Indoor: gudang, gedung olahraga. Tingkat korosi lapisan zinc per tahun: 0,1 – 0,7 micron per tahun.
  3. C3 – medium. Contoh lingkungan outdoor: pesisir. Indoor: pabrik makanan, minuman, susu. Tingkat korosi lapisan zinc per tahun: 0,7 – 2,1 micron per tahun.
  4. C4 – high. Contoh lingkungan outdoor: tepi laut yg tenang. Indoor: kolam renang, peternakan, gedung. Tingkat korosi lapisan zinc per tahun: 2,1 – 4,2 micron per tahun.
  5. C5 – very high. Contoh lingkungan outdoor: tepi laut dengan ombak, lepas pantai, lingkungan pabrik kimia. Indoor: bengkel electroplating, area dengan kimia, area dekat dengan aktifitas geothermal di New Zealand. Tingkat korosi lapisan zinc per tahun: 4,2 – 8,4 micron per tahun.
  6. CX. Contoh lingkungan outdoor: garis pantai dengan ombak besar. Indoor: bedekatan dengan tangki asam terbuka. Tingkat korosi lapisan zinc per tahun: 8,4 – 25 micron per tahun.

 

Dengan mengetahui ketebalan lapisan zinc pada kabel tray (material besi dengan tebal 1,8mm – 2mm, ketebalan rata-rata lapisan zinc 55 micron, berdasarkan standar ISO 1461), lalu mengetahui lingkungan tempat kabel tray dengan lapisan Hot Dip Galvanis tersebut dipasang, kita dapat memperkirakan lifetime / umur barang.

Walaupun perlu dicatat, contoh yang diberikan pada setiap kategori merupakan generalisasi area, dan antara satu area di Negara atau lokasi tertentu dengan satu area yang lain (walaupun dalam kategori yang sama) di Negara atau lokasi lain, dapat menghasilkan tingkat korosi yang berbeda, tergantung 2 faktor utama yg sudah kita bahas sebelumnya: relative humidity dan airborne contaminant.

 

Sebagai contoh, kabel tray besi dengan lapisan hot dip galvanis zinc 55 micron, dipasang pada lingkungan dengan kategori korosi C4, yaitu: gedung.

55 micron dibagi dengan 4,2 micron (asumsi terburuk) mendapatkan estimasi umur barang / expected lifetime = 13 tahun.

 

Perhitungan di atas didapatkan dengan menganggap faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kecepatan proses korosi, tidak ada / tidak significant.

 

 

Sumber:
1. Australasian Corrosion Association: Hot Dip Galvanizing Inspection version 1.2, August 2016

2. Ir.P.Tarigan MT Corrosion Care Indonesia: Pengantar Korosi – Mekanisme & Pengendaliannya, 9 Desember 2016

3. ISO 9223: Corrosion of metals and alloys – corrosivity of atmospheres – classification, determination and estimation, 2012

4. ISO 1461: Hot Dip galvanized coatings on fabricated iron and steel articles – specification and test methods, 2009

Email